Monday, 26 July 2010

BUPATI HIMMA DARI MASA KE MASA

Nah, ketemu lagi. HIMMA holic tahu ga, bahwa pada tanggal 26 Oktober 2009 yang lalu nih, dibentuk tim dadakan yang namanya Tim Pencari Sejarah HIMMA. Tim ini terdiri dari Shinta Ambar Sari, Tria Gustiningsih, Rosila Damayanti, Rizky Oktariana, Debi Oktavianti, Tri Wahyuni, dan Harry Gunawan. Tugas mereka adalah mencari segala sesuatu yang berhubungan dengan sejarah HIMMA, seperti kapan HIMMA berdiri, siapa pencipta mars dan hymne HIMMA, nama-nama mantan ketum HIMMA dan urutan LCCM. Nah, dalam waktu yang hanya diberi satu bulan, dan juga kesulitannya mencari penghafal sejarah HIMMA, maka tim ini hanya bisa menyampaikan data sebagai berikut:
• Tanggal berdiri HIMMA: belum diketahui pasti, tapi berkisar antara tahun 70-an.
• Pencipta Mars HIMMA: Yusuf Hartono (sekarang orangnya sudah jadi dosen kita) pada tahun 1983. Lalu liriknya di aransemen oleh kakak kita Muslimin(06).
• Pencipta Hymne HIMMA: Muslimin(06).
• Pencipta lambang HIMMA: belum diketahui.
• Daftar KETUM HIMMA dapat dilihat pada tabel disamping.
Nah, pencarian belum selesai, kami sangat mengharapkan bantuan HIMMA holic untuk melengkapi daftar tersebut. Karena siapa tahu ada di antara HIMMA holic yang orangtuanya atau gurunya atau keluarganya adalah lulusan FKIP matematika Unsri, jadi siapa tahu mungkin mereka masih mengingat nama orang-orang yang pernah menduduki bangku kepemimpinan HIMMA saat mereka kuliah dulu.
(Ruh Yang Rawan)
DAFTAR KETUM HIMMA
PERIODE NAMA KETUM
09-10 Rakhmat Muliawan
08-09 Nurbahari Martlan
07-08 Muharram
06-07 Indra Abdul Rahman
05-06 Adi Firmansyah
04-05 M. Budi Tulus Setiawan
03-04 Joni

02-03 Netti Herlina
01-02 Sujinal Arifin
00-01 Adam Dinata
99-00 Mariska Yusuf
98-99 Nizar
97-98 Edi Setono
96-97 M. Fachruddin
95-96 ?
94-95 ?
93-94 ?
92-93 Nurin Dones
91-92 Udni
90-91 Erpan Winardi
89-90 ?
88-89 Darmo Wijoyo
87-88 ?
86-87 ?
85-86 ?
84-85 Achmad Suhardi
83-84 Masa Tanpa Pemimpin
82-83
81-82 Johan Idrus
81 kebawah ?
NB: ? berarti belum diketahui.

BILINGUAL CONVERSATION

HIMMA holic, udah pada tau belum nih kabarnya, mulai Desember ini kami dari PPI mau mengajak kalian semua untuk membudayakan ”bilingual conversation” loh. Tau gak alasan kami memasukkan ini dalam salah satu proker kami??? Kita kan sebagai calon guru profesional dituntut untuk menguasai matematika, ICT, dan bahasa Inggris. Jadi, agar kita dapat melatih kemampuan berbahasa Inggris kita, tidak ada salahnya membiasakan diri untuk menggunakan bahasa Inggris dalam keseharian kita, terutama jika kita bertemu sesama HIMMA holic.
Jangan lupa ya, mulai Desember ini kita budayakan BILINGUAL CONVERSATION di kampus kita!

HURUF YUNANI DAN MATEMATIKA

HIMMA holic udah pada tahu kan kalau dalam matematika telah paten digunakan lambang-lambang tertentu sebagai bahasa notasi internasional. Nah, kebanyakan lambang-lambang tersebut diambil dari huruf-huruf yunani. Tapii sayangnya, masih banyak yang gak bisa membacanya dan membedakan dengan benar, sebut saja misalnya PI dan PHI atau TAU dan SIGMA atau PHI dan PSI. Karena hal ini sangat penting dan harus menjadi pengetahuan dasar bagi insan akademis yang menekuni bidang matematika maupun ilmu eksak lainnya, maka kami merasa perlu untuk menampilkan daftar huruf-huruf yunani tersebut.
Berbeda dengan alfabet Latin yang terdiri dari 26 huruf, alfabet Yunani terdiri dari 24 huruf. Huruf yunani mulai digunakan sejak abad ke-9 SM. Huruf yunani merupakan huruf tertua yang masih digunakan sampai saat sekarang oleh dunia ilmu pengetahuan dan bangsa yunani itu sendiri sebagai tulisan resmi di negara Yunani. Disamping ini adalah daftar dan cara baca huruf yunani, silahkan dibaca dan dipelajari ya.
Nah, karena sekarang sudah tahu, jangan salah lagi ya teman-teman dalam pembacaan dan pengucapan lambang-lambang matematika yang menggunakan huruf Yunani. Agar teman-Teman lebih ahli, dua minggu lagi silahkan bergabung dengan kami untuk mengikuti ujian mata kuliah simbol matematika yang bobotnya 7 sks. (Ruh Yang Rawan)
NO Kapital Kecil Cara Baca
1 A α Alpha
2 B β Beta
3 Γ γ Gamma
4 Δ δ Delta
5 Ε ε Epsilon
6 Ζ ζ Zeta
7 Η η Eta
8 Θ θ Theta
9 Ι ι Iota
10 Κ κ Kappa
11 Λ λ Lambda
12 Μ μ Mu
13 Ν ν Nu
14 Ξ ξ Xi
15 Ο ο Omicron
16 Π π Pi
17 Ρ ρ Rho
18 Σ σ Sigma
19 Τ τ Tau
20 Υ υ Upsilon
21 Φ φ Phi
22 Χ χ Chi
23 Ψ ψ Psi
24 Ω ω Omega

HISTORY OF ZERO

Hai HIMMA holic,,, kalau edisi kemarin kita menghafal alfabet yunani (udah hafal belum ne??? Inget lho 7 sks.:D) maka edisi kali ini kita akan mempelajari sejarah zero,, itu lho pendekar pedang yang ada di one peace. Eh salah deng,,, itu zorro,,,^_^ maksudnya sejarah angka bunder yang para matematikawan seneng banget waktu angka itu ditemukan.. Penasaran??? Penasaran kan dengan sejarahnya, makanya jangan beringgut, yukzz kita simak sejarahnya di bawah ini.
Konsep bilangan nol telah berkembang sejak zaman Babilonia danYunani kuno, yang pada saat itu diartikan sebagai ketiadaan dari sesuatu. Konsep bilangan nol dan sifat-sifatnya terus berkembang darii waktu ke waktu.
Hingga pada abad ke-7, Brahmagupta seorang matematikawan India memperkenalkan beberapa sifat bilangan nol. Sifat-sifatnya adalah suatu bilangan bila dijumlahkan dengan nol adalah tetap, demikian pula sebuah bilangan bila dikalikan dengan nol akan menjadi nol. Tetapi, Brahmagupta menemui kesulitan, dan cenderung ke arah yang salah, ketika berhadapan dengan pembagian oleh bilangan nol.
Hal ini terus menjadi topik penelitian pada saat itu, bahkan sampai 200 tahun kemudian. Misalnya tahun 830, Mahavira (India) mempertegas hasil- hasil Brahmagupta, dan bahkan menyatakan bahwa “sebuah bilangan dibagi oleh nol adalah tetap”. Tentu saja ini suatu kesalahan fatal. Tetapi, hal ini tetap harus sangat dihargai untuk ukuran saat itu.
Ide-ide brilian dari matematikawan India selanjutnya dipelajari oleh matematikawan Muslim dan Arab. Hal ini terjadi pada tahap-tahap awal ketika matematikawan Al-Khawarizmi meneliti sistem perhitungan Hindu (India) yang menggambarkan sistem nilai tempat dari bilangan yang melibatkan bilangan 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, dan 9.
Al-Khawarizmi adalah yang pertama kali memperkenalkan penggunaan bilangan nol sebagai nilai tempat dalam basis sepuluh. Sistem ini disebut sebagai sistem bilangan desimal.
Yupzz itulah sejarah singkat angka bunder itu, mau tau lebih lengkap silahkan pelajari di buku history of mathematic,, okey. Himma holic,,,, nantikan ya, liputan sekitar matematika selanjutnya. (lovely princess)

SEJARAH MATEMATIKA PART 1

Hai hai hai.....
Para HIMMA holic, udah pada tahu belum tentang sejarah matematika?? Kalau sudah alhamdulillah, kalau belum tahu wajib dibaca. Oke.. oke..???
Cabang pengkajian yang dikenal sebagai sejarah matematika adalah penyelidikan terhadap asal mula penemuan di dalam matematika dan sedikit perluasannya, penyelidikan terhadap metode dan notasi matematika di masa silam.
Sebelum zaman modern dan penyebaran ilmu pengetahuan ke seluruh dunia, contoh-contoh tertulis dari pengembangan matematika telah mengalami kemilau hanya di beberapa tempat. Tulisan matematika terkuno yang telah ditemukan adalah Plimpton 322 (matematika Babilonia sekitar 1900 SM), Lembaran Matematika Rhind (Matematika Mesir sekitar 2000-1800 SM) dan Lembaran Matematika Moskwa (matematika Mesir sekitar 1890 SM). Semua tulisan itu membahas teorema yang umum dikenal sebagai teorema Pythagoras, yang tampaknya menjadi pengembangan matematika tertua dan paling tersebar luas setelah aritmetika dasar dan geometri.
Sumbangan matematikawan Yunani memurnikan metode-metode (khususnya melalui pengenalan penalaran deduktif dan kekakuan matematika di dalam pembuktian matematika) dan perluasan pokok bahasan matematika. Kata "matematika" itu sendiri diturunkan dari kata Yunani kuno, μάθημα (mathema), yang berarti "mata pelajaran".Matematika Cina membuat sumbangan dini, termasuk notasi posisional. Sistem bilangan Hindu-Arab dan aturan penggunaan operasinya, digunakan hingga kini, mungkin dikembangakan melalui kuliah pada milenium pertama Masehi di dalam matematika India dan telah diteruskan ke Barat melalui matematika Islam. Matematika Islam, pada gilirannya, mengembangkan dan memperluas pengetahuan matematika ke peradaban ini.[ Banyak naskah berbahasa Yunani dan Arab tentang matematika kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Latin, yang mengarah pada pengembangan matematika lebih jauh lagi di Zaman Pertengahan Eropa.
Dari zaman kuno melalui Zaman Pertengahan, ledakan kreativitas matematika seringkali diikuti oleh abad-abad kemandekan. Bermula pada abad Renaisans Italia pada abad ke-16, pengembangan matematika baru, berinteraksi dengan penemuan ilmiah baru, dibuat pada pertumbuhan eksponensial yang berlanjut hingga kini.
Cukup sekian mengenai sejarah matematika. Untuk mengetahui sejarah matematika lebih lanjut, nantikan PHI edisi selanjutnya. Jangan sampai nggak. Kalau nggak, bakalan ketinggalan informasi yang menarik. (de_rumPut)